Sebelumnya sinah tidak pernah keluar
kampung, biasanya Cuma ke sawah, kebun, main -lain di sekitar kampung. Saat
kelas 3 SMA ( Sekolah Menengah Atas ), sinah di ajak teman-teman dan
guru-gurunya perpisahan ke luar kampung ( ke kota ), karena sinah merasa tidak
pernah berpergian jauh, dia merasa segan karena takut terjadi apa-apa dengannya
di jalan. Oleh karena itu sinah menolak pergi, tapi teman-teman dan
guru-gurunya memaksa sinah harus ikut. “ Sinah ikut ya, supaya kamu tau kota
itu seperti apa kalau kamu tidak ikut kamu tidak bakalan tau di luar itu
seperti apa” ajak seorang teman berharap sinah mau pergi bersama teman-teman
yang lain, “ tapi aku takut, nanti saya lemas, mabuk di bus, kan bikin malu
udah gitu saya juga tidak berani kemana-mana kalau tidak bersama orangtua,
takutnya terjadi apa-apa di jalan”, jawab sinah kebingungan.
Beberapa hari kemudian, sinah terus
kebingungan karena tidak tau apa yang dia lakukan buat ngeluarin ongkos bus
nanti, soalnya semua siswa mengeluarkan biaya ongkos, makan dan snack. Pulang
sekolah sinah bertanya sama orang tuanya dia boleh ikut atau tidak, karena
sinah tidak punya uang sendiri dia minta uang sama orangtuanya buat pengeluaran
ongkos dan buat makan. Orangtuan sinah tidak mengizinkan sinah pergi karena
tidak punya uang, keadaan orangtunya cuma orang biasa dan buat makan pun
pas-pasan. Sinah tidak bisa berkata apa sama orangtua selain menurut kata-kata
orangtua karena kondisi ekonomi kurang.
Keesokan harinya, sinah memberitau
teman-temannya dia tidak jadi ikut karena tidak ada uang buat ngeluarin. Tidak
lama kemudian semua teman-temannya berkumpul dan memanggil guru-guru, mencari
jalan keluar untuk sinah. Lalu mereka bermusyawarah bagaimana baiknya, belum
lama kemudian guru dan teman-temannya memanggil sinah, sinah tetap harus ikut
dan masalah biaya tidak usah ( geratis ), karena semua sudah ikhlas akhirnya
sinah di kasi geratis yang penting ikut. Sinah tersenyum karena teman-teman dan
gurunya bisa mengerti keadaan sinah. Begitu juga dengan orangtua sinah sangat
berterima kasih karena sudah membantu dan memaklumi keadaan sinah dan
keluarganya. Sinah akhirnya dapat pergi perpisahan sama teman-teman dan
gurunya, meskipun uang belanja tidak seberapa, tapi tetap bersyukur karena bisa
ikut jalan-jalan ( perpisaha ) sama teman-temannya.

Hari itu semua siswa berkumpul di
sekolah semua guru sudah kumpul, sinah akhirnya bisa ikut bersama teman-teman.
Semua berangkat sinah pun merasa senang dan merasa terharu karena berkat
kebaikan teman-teman dan gurunya dia dapat berangkat sama temannya. Bus sudah jauh
berjalan di mana sinah tidak tau sama sekali tempat itu, sinah mulai
bertanya-tanya sama teman “ teman-teman wilayah ini apa namanya”?, “ temannya
pun kasi tau sinah dengan senang hati, pertanyaan itu selalu di ulang-ulang
oleh sinah. Lama-lama semua temannya
sudah capek sinah tidak bisa bertanya lagi karena tidak ada yang segar semua
lemas. Akhirnya sinah bertanya sama sopir bus, “ pak kalau wilayah ini apa
namanya”?, pak sopirpun menjawab apa pertanyaan sinah. Saat tiba di suatu
tempat, bus berhenti dan sinah bertanya lagi sama pak sopir,” pak ini tempat
apa, “ ayo kamu tebak kenapa kita berhenti di sini, kamu tau gak tempat ini
apa?, “ saya tidak tau pak, jawab sinah kebingungan. “ kamu tau gak ini itu
namanya pertamina tempat mengisi bensin, karena bus kita habis bensin makanya
kita berhenti mengisi bensin di sini, jawab pak sopir sambil tersenyum karena
merasa heran. Sinah langsung senyum sambil malu-malu lalu ngomong sama pak
sopir “ ooo saya kirain ini tempat beli tike pak, taunya tempat isi bensin”.
Semua teman-teman tertawa dan pak sopir pun capek ketawa dan mengatakan “ kamu
ini gimana sih, emangnya kamu tidak pernah tau pertamina ya?, tanya pak sopir,”
ya pak kan baru kali ini saya pergi jauh,” jawab sinah tertunduk malu.
Selama perjalanan sinah masih tetap
bertanya dan bikin kelucuan semua teman-teman tertawa tidak ada lagi yang lemas
apa lagi mabuk semuanya senang dan tertawa karena kelucuan melihat gaya kampung
sinah. Meskipun begitu sinah tetap percaya diri karena pendapatnya dia kalau
tidak bertanya tidak akan pernah tau.
Sudah sampai di kota, sinah dan
teman-teman turun dari bus karena sudah sampai tujuan, mereka ke taman untuk
menikmati suasana dan bersenag-senang bersama teman-teman lainnya. Ada salah
satu teman yang mengajak sinah renang, tapi sinah menolak karena tidak bisa
renag. Sinah cuma bisa berdiri di pinggir kolam melihat teman-teman berenang.
Belum lama kemudian sinah pergi bersama beberapa teman yang lain keliling di
sekitar taman. Lama kemudian semua mahasiswa berkumpul karena waktu sudah sore
waktunya pulang. Saat pulang sinah di tanya lagi sama pak sopir,” sin kamu
tidak pernah keluar jalan-jalan ya?, “ ya pak saya tidak pernah kemana-mana,
baru kali ini saya pergi jauh makanya saya seperti itu”, jawab sinah merasa
lusu melihat dirinya kampungan.
Tidak terasa waktu sudah banyak
terlewati, sinah dan teman-temannya sudah perpisahan ke luar kampung dan
skhirnya sinah pun ada sedikit pengalaman meskipun itu sangat lusu bagi
teman-temannya. Hari sudah agak malam sinah dan teman, gurunya sudah pulang
dari jalan-jalan dan pulang ker rumah masing-masing.

ehem ehem
BalasHapus