Sabtu, 17 Maret 2012

Sinah Masuk Kota


Sebelumnya sinah tidak pernah keluar kampung, biasanya Cuma ke sawah, kebun, main -lain di sekitar kampung. Saat kelas 3 SMA ( Sekolah Menengah Atas ), sinah di ajak teman-teman dan guru-gurunya perpisahan ke luar kampung ( ke kota ), karena sinah merasa tidak pernah berpergian jauh, dia merasa segan karena takut terjadi apa-apa dengannya di jalan. Oleh karena itu sinah menolak pergi, tapi teman-teman dan guru-gurunya memaksa sinah harus ikut. “ Sinah ikut ya, supaya kamu tau kota itu seperti apa kalau kamu tidak ikut kamu tidak bakalan tau di luar itu seperti apa” ajak seorang teman berharap sinah mau pergi bersama teman-teman yang lain, “ tapi aku takut, nanti saya lemas, mabuk di bus, kan bikin malu udah gitu saya juga tidak berani kemana-mana kalau tidak bersama orangtua, takutnya terjadi apa-apa di jalan”, jawab sinah kebingungan.
Beberapa hari kemudian, sinah terus kebingungan karena tidak tau apa yang dia lakukan buat ngeluarin ongkos bus nanti, soalnya semua siswa mengeluarkan biaya ongkos, makan dan snack. Pulang sekolah sinah bertanya sama orang tuanya dia boleh ikut atau tidak, karena sinah tidak punya uang sendiri dia minta uang sama orangtuanya buat pengeluaran ongkos dan buat makan. Orangtuan sinah tidak mengizinkan sinah pergi karena tidak punya uang, keadaan orangtunya cuma orang biasa dan buat makan pun pas-pasan. Sinah tidak bisa berkata apa sama orangtua selain menurut kata-kata orangtua karena kondisi ekonomi kurang.
Keesokan harinya, sinah memberitau teman-temannya dia tidak jadi ikut karena tidak ada uang buat ngeluarin. Tidak lama kemudian semua teman-temannya berkumpul dan memanggil guru-guru, mencari jalan keluar untuk sinah. Lalu mereka bermusyawarah bagaimana baiknya, belum lama kemudian guru dan teman-temannya memanggil sinah, sinah tetap harus ikut dan masalah biaya tidak usah ( geratis ), karena semua sudah ikhlas akhirnya sinah di kasi geratis yang penting ikut. Sinah tersenyum karena teman-teman dan gurunya bisa mengerti keadaan sinah. Begitu juga dengan orangtua sinah sangat berterima kasih karena sudah membantu dan memaklumi keadaan sinah dan keluarganya. Sinah akhirnya dapat pergi perpisahan sama teman-teman dan gurunya, meskipun uang belanja tidak seberapa, tapi tetap bersyukur karena bisa ikut jalan-jalan ( perpisaha ) sama teman-temannya.

Hari itu semua siswa berkumpul di sekolah semua guru sudah kumpul, sinah akhirnya bisa ikut bersama teman-teman. Semua berangkat sinah pun merasa senang dan merasa terharu karena berkat kebaikan teman-teman dan gurunya dia dapat berangkat sama temannya. Bus sudah jauh berjalan di mana sinah tidak tau sama sekali tempat itu, sinah mulai bertanya-tanya sama teman “ teman-teman wilayah ini apa namanya”?, “ temannya pun kasi tau sinah dengan senang hati, pertanyaan itu selalu di ulang-ulang oleh  sinah. Lama-lama semua temannya sudah capek sinah tidak bisa bertanya lagi karena tidak ada yang segar semua lemas. Akhirnya sinah bertanya sama sopir bus, “ pak kalau wilayah ini apa namanya”?, pak sopirpun menjawab apa pertanyaan sinah. Saat tiba di suatu tempat, bus berhenti dan sinah bertanya lagi sama pak sopir,” pak ini tempat apa, “ ayo kamu tebak kenapa kita berhenti di sini, kamu tau gak tempat ini apa?, “ saya tidak tau pak, jawab sinah kebingungan. “ kamu tau gak ini itu namanya pertamina tempat mengisi bensin, karena bus kita habis bensin makanya kita berhenti mengisi bensin di sini, jawab pak sopir sambil tersenyum karena merasa heran. Sinah langsung senyum sambil malu-malu lalu ngomong sama pak sopir “ ooo saya kirain ini tempat beli tike pak, taunya tempat isi bensin”. Semua teman-teman tertawa dan pak sopir pun capek ketawa dan mengatakan “ kamu ini gimana sih, emangnya kamu tidak pernah tau pertamina ya?, tanya pak sopir,” ya pak kan baru kali ini saya pergi jauh,” jawab sinah tertunduk malu.
Selama perjalanan sinah masih tetap bertanya dan bikin kelucuan semua teman-teman tertawa tidak ada lagi yang lemas apa lagi mabuk semuanya senang dan tertawa karena kelucuan melihat gaya kampung sinah. Meskipun begitu sinah tetap percaya diri karena pendapatnya dia kalau tidak bertanya tidak akan pernah tau.
Sudah sampai di kota, sinah dan teman-teman turun dari bus karena sudah sampai tujuan, mereka ke taman untuk menikmati suasana dan bersenag-senang bersama teman-teman lainnya. Ada salah satu teman yang mengajak sinah renang, tapi sinah menolak karena tidak bisa renag. Sinah cuma bisa berdiri di pinggir kolam melihat teman-teman berenang. Belum lama kemudian sinah pergi bersama beberapa teman yang lain keliling di sekitar taman. Lama kemudian semua mahasiswa berkumpul karena waktu sudah sore waktunya pulang. Saat pulang sinah di tanya lagi sama pak sopir,” sin kamu tidak pernah keluar jalan-jalan ya?, “ ya pak saya tidak pernah kemana-mana, baru kali ini saya pergi jauh makanya saya seperti itu”, jawab sinah merasa lusu melihat dirinya kampungan.
Tidak terasa waktu sudah banyak terlewati, sinah dan teman-temannya sudah perpisahan ke luar kampung dan skhirnya sinah pun ada sedikit pengalaman meskipun itu sangat lusu bagi teman-temannya. Hari sudah agak malam sinah dan teman, gurunya sudah pulang dari jalan-jalan dan pulang ker rumah masing-masing.

1 komentar: