Sejak menikah hidup sari susah, menderita
dan menyedihkan tinggal di pondok kecil. Suami sari bekerja hanya sebagai buruh petani dan sari pun
hanya sebagai buruh dan kehidupan mereka begitu susah. meskipun kehidupan
seperti itu tapi tetap semangat dan teta berjuang untuk memenuhi kehidupan.
Suatu hari, saat sari pulang kerja dari
sawah jangankan langsung dapat makan buat masak saja tidak ada, karena tidak
ada beras buat di masak. Suami sari hanya berpasrah dan menjalani hidup dengan
tenang, ikhlas, sabar dan tabah menghadi hidup seperti ini.
Beberapa tahun kemudian mereka punya anak,
ketika anak lahir sari dan suaminya semakin susah mikir karena mereka harus
mencari rizki buat mngidupi anaknya. Hari itu, ketika anak mereka bisa ngomong
dan bisa minta sesuatu apa yang dia inginkan, anaknya minta makan nasi tapi apa
boleh buat nasi tidak ada karena tidak ada beras untuk di masak. Sari keliling
di sawah mencari bayem lalu di masak buat anaknya. Meskipun begitu suami sari
juga tidak bisa berbuat apa-apa karena tidak tau harus bagaimana lagi mencari
makanan.
Suatu hari datang kakak sepupu bapak
membawa beras, panci, sigon dan peralatan lainnya buat mereka. Sari dan
suaminya sangat berterima kasih kepada Tuhan Yang Maha Esa karena telah
menitipkan orang yang mau berbagi rizki kepadanya. Berkat kesabarannya sedikit
tidaknya Tuhan telah menurunkan keadilannya kepada mereka karena tidak pernah
putus asa menjalani hidup miskin. Tuhan maha adil dan maha segalanya, segala
puji bagi Allah SWT yang tidak pernah menguji umatnya di luar batas kemampuanya.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar