Jumat, 16 Maret 2012

ANTARA SARI DAN SUAMI


Sejak menikah hidup sari susah, menderita dan menyedihkan tinggal di pondok kecil. Suami sari bekerja hanya sebagai buruh petani dan sari pun hanya sebagai buruh dan kehidupan mereka begitu susah. meskipun kehidupan seperti itu tapi tetap semangat dan teta berjuang untuk memenuhi kehidupan.
Suatu hari, saat sari pulang kerja dari sawah jangankan langsung dapat makan buat masak saja tidak ada, karena tidak ada beras buat di masak. Suami sari hanya berpasrah dan menjalani hidup dengan tenang, ikhlas, sabar dan tabah menghadi hidup seperti ini.
Beberapa tahun kemudian mereka punya anak, ketika anak lahir sari dan suaminya semakin susah mikir karena mereka harus mencari rizki buat mngidupi anaknya. Hari itu, ketika anak mereka bisa ngomong dan bisa minta sesuatu apa yang dia inginkan, anaknya minta makan nasi tapi apa boleh buat nasi tidak ada karena tidak ada beras untuk di masak. Sari keliling di sawah mencari bayem lalu di masak buat anaknya. Meskipun begitu suami sari juga tidak bisa berbuat apa-apa karena tidak tau harus bagaimana lagi mencari makanan.
Suatu hari datang kakak sepupu bapak membawa beras, panci, sigon dan peralatan lainnya buat mereka. Sari dan suaminya sangat berterima kasih kepada Tuhan Yang Maha Esa karena telah menitipkan orang yang mau berbagi rizki kepadanya. Berkat kesabarannya sedikit tidaknya Tuhan telah menurunkan keadilannya kepada mereka karena tidak pernah putus asa menjalani hidup miskin. Tuhan maha adil dan maha segalanya, segala puji bagi Allah SWT yang tidak pernah menguji umatnya di luar batas kemampuanya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar